Logo Portal Karyawan Portal Karyawan
Cuti & Izin

Cuti Tahunan: Aturan Dasar dan Cara Mencatatnya Biar Tidak Jadi Perdebatan

Hak cuti tahunan, syarat 12 bulan kerja, dan cara mencatat pengajuan supaya sisa cuti jelas bagi pegawai maupun HRD.

Cuti Tahunan: Aturan Dasar dan Cara Mencatatnya Biar Tidak Jadi Perdebatan
Cuti Tahunan: Aturan Dasar dan Cara Mencatatnya Biar Tidak Jadi Perdebatan

Perselisihan soal cuti hampir selalu bukan soal aturan. Ia soal catatan. "Saya sudah bilang ke atasan lewat chat bulan lalu." "Di data saya, sisa cuti Anda tinggal dua hari." Dua orang jujur bisa berdiri di dua kenyataan berbeda kalau tidak ada satu tempat yang dipercaya bersama.

Aturan dasarnya cukup sederhana. Undang-Undang Ketenagakerjaan beserta aturan turunannya menyebut pegawai berhak atas cuti tahunan paling sedikit 12 hari kerja setelah bekerja 12 bulan secara terus-menerus. Perusahaan boleh memberi lebih banyak lewat peraturan perusahaan atau perjanjian kerja, tidak boleh kurang. Detail seperti kapan cuti boleh diambil atau apakah sisanya hangus biasanya diatur di dokumen internal itu, jadi bacalah punya Anda sendiri sebelum menjawab pertanyaan pegawai. Aturan bisa berubah, dan sebaiknya Anda memeriksa ketentuan terbaru atau bertanya ke konsultan hukum untuk kasus yang rumit.

Yang jarang dibahas adalah hal kecil di sekitarnya. Cuti setengah hari dihitung berapa? Hari libur nasional di tengah masa cuti ikut terpotong atau tidak? Pegawai yang masuk pertengahan tahun mulai menghitung dari kapan? Kalau jawabannya hanya tersimpan di kepala satu orang HRD, cepat atau lambat ia akan diperdebatkan, atau lebih buruk, diterapkan berbeda-beda ke tiap orang.

Cara paling murah untuk menghindarinya: semua pengajuan masuk lewat satu pintu, dan keputusan atasan tercatat di tempat yang sama. Dengan pengajuan cuti dan izin online, pegawai memilih tanggal dari ponsel, HRD menyetujui atau menolak, lalu pegawai langsung mendapat pemberitahuan. Beberapa bulan kemudian, ketika ada yang bertanya "kapan saya terakhir cuti?", jawabannya tinggal dibuka, bukan diingat-ingat.

Ada manfaat sampingan yang sering mengejutkan. Ketika cuti, izin, dan absensi saling terhubung, hari yang cutinya sudah disetujui tidak lagi muncul sebagai "tanpa keterangan" di rekap. HRD tidak perlu mencocokkan dua daftar secara manual di akhir bulan.

Satu hal lagi yang layak dipikirkan: apakah pegawai di tempat Anda merasa enak mengambil cuti yang memang haknya? Catatan yang rapi menunjukkan siapa yang jarang sekali cuti, dan orang seperti itu biasanya bukan yang paling rajin, melainkan yang paling lelah.

Baca juga

Coba Portal Karyawan di perusahaan Anda

Absensi dengan foto selfie dan radius lokasi kantor, pengajuan izin dan cuti dengan notifikasi approval, lembur, sampai slip gaji digital. Gratis selamanya untuk maksimal 3 pegawai.

Lihat paket & harga