Logo Portal Karyawan Portal Karyawan
Lembur & Gaji

Menghitung Lembur: Dari Jam Pulang yang Tercatat, Bukan Dari Ingatan

Dasar perhitungan upah lembur, batas jam lembur, dan alasan jam pulang dari absensi jadi acuan paling bisa dipertanggungjawabkan.

Menghitung Lembur: Dari Jam Pulang yang Tercatat, Bukan Dari Ingatan
Menghitung Lembur: Dari Jam Pulang yang Tercatat, Bukan Dari Ingatan

Lembur paling sering salah dihitung di dua tempat: di akhir bulan, ketika semua orang mencoba mengingat siapa pulang jam berapa, dan di meja HRD, ketika ada dua versi yang sama-sama yakin benar.

Dasar hukumnya ada di Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Untuk pegawai dengan lima hari kerja, lembur dibatasi paling banyak 4 jam sehari dan 18 jam seminggu, harus ada persetujuan pegawai, dan dibayar. Pada hari kerja, jam lembur pertama dihitung 1,5 kali upah per jam, jam-jam berikutnya 2 kali. Aturan hari libur berbeda lagi. Karena ketentuan ini bisa diperbarui dan punya pengecualian untuk jenis pekerjaan tertentu, cocokkan dengan regulasi terbaru atau tanyakan ke pihak yang berwenang sebelum menetapkan kebijakan.

Rumusnya mudah. Yang sulit adalah bahan mentahnya: jam berapa tepatnya pegawai pulang, dan jam berapa seharusnya ia pulang. Kalau dua angka itu berasal dari catatan tangan, selisihnya akan selalu bisa digugat.

Karena itu banyak perusahaan menjadikan absensi sebagai sumber tunggal. Jadwal shift pegawai sudah tersimpan, jam pulang tercatat otomatis saat ia absen, dan selisih keduanya itulah jam lembur. Di absensi Portal Karyawan, angka itu ikut tampil di rekap absensi, sehingga HRD punya acuan yang sama dengan yang dilihat pegawai. Perlu dicatat, nominal pada slip gaji tetap diisi HRD; rekap lembur adalah bahan hitungnya, bukan pengganti keputusan.

Contoh sederhana: seorang staf gudang berjadwal pulang pukul 16.00 dan absen pulang pukul 18.30. Selisihnya dua setengah jam. Kalau lembur itu memang disetujui, hitungannya bisa dibuka kembali kapan pun tanpa mengandalkan siapa pun untuk mengingat.

Satu jebakan: jam pulang yang panjang belum tentu lembur yang disetujui. Ada pegawai yang tinggal karena menunggu hujan reda atau mengobrol. Aturan internal tentang siapa yang memberi izin lembur tetap perlu ada, dan sebaiknya diketahui semua orang sebelum bulan gajian tiba.

Kalau besok ada yang bertanya mengapa lemburnya dihitung segitu, apakah Anda bisa menjawab dengan satu layar, atau dengan "kayaknya begitu"?

Baca juga

Coba Portal Karyawan di perusahaan Anda

Absensi dengan foto selfie dan radius lokasi kantor, pengajuan izin dan cuti dengan notifikasi approval, lembur, sampai slip gaji digital. Gratis selamanya untuk maksimal 3 pegawai.

Lihat paket & harga